Puisi: Hujan Januari

Aku ingat bagaimana awan memberi kebahagiaan
padamu, padaku, dalam keistimewaan
Demi mendung tempat kita bersembunyi
Kamu, aku, bertemali dalam sunyi

dua, satu
waktumu, waktuku, satu
dua, satu
kelingkingmu, kelingkingku, satu

Esoknya kau tatap matanku, “kita tidak berada di negeri dongeng.”
satu, dua
hatimu, hatiku, dua
satu, dua
kamu? aku?

Awan berlalu berganti rintik hujan
Tiada dalam kedinginan
Januari yang tak berkesudahan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s