Puisi: Kamu

untuk pria bersembunyi di bangku, Nawainruksam Halidba

Kubuka mata dari mimpi indahku
Meresapi kembali realitas yang ada
Tersadar lalu menyesal

Jalan bercabang begitu banyak
Namun dimana kaki harus menjejak?
Suara-suara bujuk rayu membumbung
Lalu manakah sejatinya?

Setelah apa yang kujaga dan yang kurasa pudar
Aku mulai tak mengenali bumi
Yang dulu kupuji hingga jauh
Yang dulu kepadanya aku luluh

Sekocipun kulabuhkan ke tempat lain
Namun tak bisa sepekat di bumi
Terus dan terus
Sekoci enggan singgah lama

 

Pati, 10 Mei 2009

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s