untukmu Adeku

Entah apa yang kujenguk
Mungkin kau tapi tak ada satu pun pungguk
Yang kulihat, seekor walet tak mampu terbang dengan sebelah sayap kusam
Sesudah ia membuang pita hitam

Ade, ade, begitu kau kupanggil
Tapi kau sudah mati,
Kau mati, seperti hujan yang kehilangan romantisme
Tanpa menyadari mereka menunggu rintik yang penuh romantisme

Ade, ade, kemana jiwamu yang gemar kusentuh?
Bahwa sekarang hanya jiwamu yang buatku gila
Bahwa pula jiwamu ingin aku mengindahkan kau yang mati
Kala baumu pun sudah basi

Ade, Ade
Ini puisi bohong dariku
Ade, Ade
Bahkan bohong jika kupanggil kau Adeku

Aku sudah lupa namamu, Ade

27.02.11 lewat 10 malam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s