Perenung

Tulisanmu memukulku
mengatakan yang tersesat hanya aku
aku, yang berusaha bersimpuh lagi padamu
tak bisakah kembali seperti fajar menerimamu?

Pernah kurasa kesenangan dalam memujimu
bahwa mungkin aku pernah mencintaimu
ataukah aku harus mencari kau yang lain atas egoku
berkhianat sepenuhnya untuk mendapatkan lagi dirimu?

Aku tak mungkin mengerti hingga matahari berada di atas ubun-ubunku
tapi aku masih percaya pasal-pasalmu
tapi aku masih menangis mendengar mereka dekat denganmu
bahwa aku rindu: aku hilang dalam duniamu

Aku ingin kembali pulang, kepadamu

1.11.11
kepada engkau yang tahu sebab aku hidup

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s