Sunandar

Terhitung detik ini aku bertemu denganmu
meyakinkan inderaku bahwa ku melihatmu
dalam bising suara malam yang menderu
dengan jiwa mabuk menggebu berburu

detik ini aku memanggilmu
pada dingin angin kucantolkan maksudku
terdengarkah bahasaku di telingamu?
Bahwa kupunya ribuan suara kaku

Pada detik ini aku masih melihatmu
aku mengenalimu dalam gelap desa ini
kiranya kau mau menghentikan ayuhanmu
agar kumampu merajaimu detik ini

Dalam bising suara malam yang menderu
putaran rantai sepedamu tak terhenti
dengan jiwa mabuk menggebu berburu
suaraku tak membuatmu berhenti

winong.30.1.12 22.24

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s