Pesan Elektronik (puisi)

Untuk alasanmu, kuketik pesan tak tersampaikan
seperti fajar yang tak dapat melihat senja karena siang ada
seperti udara untuk kita bernapas tanpa ia dapat bertanya napas itu apa

Sekarang tiga – koma – lima sudah
Sebentar tapi lama jua
Ah, kuingin kau membacanya
sebelum aku pergi juga

Adakah waktumu agar dapat tersampaikan?

Mei 2012, hari ke-29. Di kamar belakang Stasiun UI.
Untuk Adnan Kreshna Pratama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s