Surat dari petugas berseragam biru tua

“Makasih, Mas”
hanya kata santun itu yang selalu kau ucap.
Entah. Mungkin karena itu kamu,
aku gembira mendengar kata itu.

Bagaimana caranya
kuingin kau menoleh melihatku
saat kau akan masuk ke dalam besi besar itu
Bagaimana caranya?

Bagaimana caranya
kuingin kita dapat saling melambaikan tangan
lalu sorenya kita berkumpul untuk makan. Bersama. Kita berdua.

Maaf kulancang. Mungkin aku sudah gila.
Kutelah memasukkan surat ini ke dalam tas jinjingmu.
Karena barangkali kuingin tahu siapa namamu, bisakah?

Esok hari, aku masih di pintu masuk bagian selatan.
Menungguimu untuk memeriksa tiket keretamu.

Depok, 23 September 2012

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s