Ad Libitum

Tak seperti dahulu ketika kita

tak mampu berkata.

Kini kita dapat berhadapan

walau dalam kasta.

 

Begitulah kau; beginilah aku

Tertemali karena memori

Putih dan Biru

Atas-bawah yang tak menyatu

 

Siapalah kau; siapalah aku

Kau hanya duduk di beranda dan

ku tak dapat mempersilakan kau

memasuki ruang tamu

 

Ad libium:

Hanyalah sajak yang tak berujung;

tamu yang tak kunjung berkunjung

 

12, Mei, ’13

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s