Ad Interim

Apalah beda gelap dan gulita
jika aku hanya merebah
Adakah terang dan benderang
jika jemariku masih terguna

Mencari alasan untuk ini dan itu
Lalu terpergok, malu
Terbujur membatu
Menyangkal kejadian yang lalu

Ini bagai kepalaku penuh debu
belum ada shampoo ampuh;
rambutku basah selalu
handuk kering jadi penentu

Tak seorangpun kubiarkan tahu
Pasti bukan orang yang tahu
Aku tahu bahwa mereka tahu
Meski moyangku tak menahu

Lekaslah usai, wahai diriku

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s