Meminta Pemaafan

Dalam perjalanan menuju firdaus

Seorang pemuda dalam langkah tergesa

Terlintangi oleh seorang dewasa

Tak sengaja menyandungnya

 

“Nak, mengapa Engkau berlarian?”

Pemuda tak sempat berpikir

“Aku harus ke sana.”

Lalu pergi, berlari, lagi

 

Kejadian itu terulang

“Kiranya mengapa Engkau berlari, Nak?”

Seperti jawabnya berulang

“Sungguh, aku harus pergi.”

 

Pemuda masih berlari dalam langkahnya

Munju firdaus tapi tertahan tak menerimanya

Ah, sungguh ada yang ia lupakan

Manusia sungguh pelupa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s