Mbah

Aku memimpikanmu, Mbah
Duduk menghadap timur dalam kamar
Memainkan permainan komputer
Sembari menunggu

Tak ada yang mendatangimu, belum
Demikian membuatmu bermain
Sebagai pembunuh waktu untuk menunggu
Dan aku pun masih ragu menemuimu

Aku tahu kau baru saja datang
Dari tempat lain yang sangat misterius
Untuk menemui kami, anak cucumu
Meski kuburmu tak terurus

Setelah hilang raguku,
Kuketuk pintu kamarmu
Kau menengok, Mbah
Dengan bahagia kau sambut aku

Sungguh lama kita tak bertemu
Kita mendekat untuk pelukan rindu
Lalu bangunlah aku dengan tangis tersedu
Sampai kapan kematian memisahkan manusia, Mbah?

Dalam kenangan bersama Soegijarto bin Karto Oerip

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s