Matinya Negarawan

Aku bukan nabi
Sekujur badanku penuh dosa dan doa
Aku bukan nabi
Rumah tanggaku hanya dengan ia sehidup tak semati

Aku bukan nabi
Hanya saja, aku punya rasa pada orang-orangku
Seperti nabi
Yang punya rasa pada umat-umatnya

Ketika nabi dijemput malaikat untuk
meninggalkan dunia fana
Ia berseru, “Umatku, umatku”.

Tapi aku negarawan
Dan kini aku berseru,
“Rakyatku, negaraku”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s