Aku

Alkisah seekor pungguk
menikmati malam di atas gubuk
Seperti biasa
Memandangi rembulan di sana

Seakan ia ditakdirkan untuk itu
Menatap jauh dalam sendu
Sungguh kejam jika takdir begitu
Pungguk juga tak ingin tersedu

Tapi aku manusia
Duniaku dapat kurekayasa
Tak seperti air tercurah
Yang selalu mengalir ke bawah

Aku dapat mendaki
pun menuruni
Aku dapat menatap
Pun berpaling

Advertisements

2 thoughts on “Aku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s