Nasib

Ia berandai tentang kematian. Terkadang ia ingin hidup 1000 tahun lagi. Terkadang ia ingin hidupnya berakhir hari ini. Tidak ada yang pasti. Hatinya berubah seiring kondisi.

Ia merasa penciptaan akan dirinya sungguh menyusahkannya. “Apa tujuan aku dilahirkan?,” Tanyanya. Betapa penciptaan akan dirinya berimbas panjang. “Aku tidak ingin turut dalam penciptaan manusia”, ujarnya. 

Ia memikirkan hidup, mati, dan kehidupan setelah kematian. Baginya seperti jalan buntu tanpa kepastian. Ia linglung tak mengerti apa yang diinginkan. “Andai saja setelah kematian tidak akan ada lagi apa pun, aku memilih mati”. Namun keadaan tidak demikian. Lalu ia memilih hidup dan matinya sesuai nasib membawanya.  

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s